Translate

Friday, July 15, 2011

untitled

Berikut adalah artikel untuk HOPE edisi ke-3..kenapa judulnya untitled?karna gw bingung musti ngasi judul apa..wkwkwkw..ada yang bisa membantu?hahaha


Saat teduh? Apa sih sebenernya itu? Sering didenger tapi banyak yang ga ngerti kan maksudnya apa? hahaha.. Gw sendiri pun baru bener-bener ngerti 2 taun lalu pas gw masuk kuliah dan mulai aktif di kegiatan PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen). Sebelumnya pas SMA, kalo di bagiin buku renungan gw ambil dan gw baca yang bagian “dear diary” sama bagian yang menarik aja, abis itu gw taro deh itu buku renungan.. (jangan dicontoh ya teman-teman) So, biar ga ngelakuin kekeliruan kaya gw, yukk baca ampe abis artikel ini..

Jadi saat teduh (suka disebut waktu teduh) adalah waktu khusus yang disediakan bagi Tuhan setiap hari. Dalam saat teduh ini kita “bertemu” dengan Tuhan, berbicara dengan-Nya dalam doa, membaca, dan merenungkan apa yang dikatakan-Nya melalui firman-Nya. Saat teduh merupakan kesempatan bagi kita untuk merenungkan keberadaan Allah dan hubungan pribadi kita dengan-Nya.

Ada lima alasan mengapa kita perlu mengadakan waktu teduh.
1. Teladan dari Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menunjukkan betapa Dia menikmati persekutuan dengan Bapa-Nya. Meskipun Tuhan Yesus amat sibuk hari sebelumnya, keesokan harinya Dia bangun pagi-pagi dan menyediakan waktu bagi Bapa-Nya (Markus 1: 21-37). Jika Yesus saja memerlukan waktu teduh, apalagi kita.

2. Tuhan merindukan persekutuan dengan kita. Ini adalah suatu hal yang luar biasa, bahwa pencipta langit dan bumi benar-benar menginginkan persekutuan dengan ciptaan-Nya. Tuhan merindukan kita seperti seorang ibu yang merindukan anaknya yang sedang menuntut ilmu jauh darinya.

3. Tanpa waktu teduh yang teratur, kita tidak dapat bertumbuh dalam iman. Orang-orang saleh yang dipakai Tuhan dari abad ke abad, semuanya mempunyai waktu teduh yang teratur, misalnya Daud (Maz-mur 5:4), Daniel (Daniel 6:11), dan lain-lain.

4. Waktu teduh mengoreksi kehidupan kita. Pembacaan dan perenungan terhadap firman Tuhan pada waktu teduh akan membukakan aspek-aspek kehidupan kita, dan memahami standar kerohanian yang dituntut oleh Allah: Bagaimana kehidupan kristiani yang berkenan, apa yang harus saya lakukan, dan lain-lain.

5. Waktu teduh membuat kita peka. Hubungan pribadi yang akrab dengan Dia akan menimbulkan kepekaan di dalam diri kita terhadap kehendak-Nya. Kepekaan dan pemahaman akan kehendak Allah akan menghasilkan perubahan sikap, karakter, penempaan diri dalam kehidupan sehari-hari.

Trus pasti pada bertanya-tanya deh, apakah saat teduh itu cuma boleh dilakukan pas pagi hari doank? Ga ada yang mengharuskan dilakukan pas pagi hari, tapi emang dianjurkan untuk dilakukan pas pagi hari soalnya kalo kita melakukan saat teduh di pagi hari, firman yang kita baca tersebutlah yang akan mendasari kita dalam menjalani kegiatan sepanjang hari. Tapi jika emang mau dilakukan pas malam hari juga ga jadi masalah koq, karena yang terpenting adalah bagaimana kita menyisihkan waktu untuk Tuhan. Inget loh, menyisihkan bukan menyisakan, jadi jangan sampe gara-gara uda kecapean atau masih ngantuk trus ga saat teduh, itu artinya Tuhan cuma dapet sisaan waktu kita donk?

So, mari kita mulai membiasakan diri setiap hari menyisihkan waktu untuk bersaat teduh. Sekitar 15 menit aja koq ga lama. Oiaa.. saat teduh juga ga cuma bisa dilakuin sendirian koq, berdua juga boleh.. Bisa sama sahabat, kakak/adik, sama pacar juga bisa.. Dan berdasarkan pengalaman, saat teduh berdua malah lebih asyik, karna bisa saling share apa yang di dapat dari renungan hari itu, dan membuat komitmen bersama apa yang ingin dilakukan berkaitan dengan renungan hari itu.. hehe..

Selamat bersaat teduh..





Referensi: “Aku Mau Bertumbuh” karya Panitia KATA Yogyakarta

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete