Translate

Wednesday, May 25, 2011

My Wisdom To God Wisdom

haha..ini sebenernya artikel utama sangky hari jumat besok sihh..cm gpp deh di publish sekarang..hahaha
sangky yang kali ini bener-bener dibutuhkan perjuangan bikinnya..
mulai dari artikel nya yang ga dapet-dapet ide mo nulisnya gimana, ditambah lagi ada permasalahan secara teknis bwt bikin sangky yang notabene cm 4 halaman doank tapi sukses bikin gw stress.. bahan buletin doa yang dikirim mepet.. ditambah lagi, minggu ini minggu UAS..ckckck.. bener-bener keteteran banget bikinnya..ckckck..tapii..ga boleh ngeluh n ngejadiin semua ini beban..ckckckc.. dan bersyukur banget tetep dimampukan oleh Papi, untuk menyelesaikannya..dan akhirnya selesai juga dehh.. :)

ini dia artikel utama sangky 27 Mei 2011

Hai Sangkiers !! gimana nih kabar UAS kalian? Ada yang hari ini uda selesai ya? Bersyukur banget kita uda berhasil melalui UAS semester ini dan bagaimanapun hasilnya nanti, biarlah semuanya hanya untuk hormat dan kemuliaan Allah semata. Dan ga terasa juga ya kita uda sampai di penghujung semester ini. Hari ini pun merupakan Persekutuan Jumat terakhir di semester ini. Gimana dengan PeJe Bible Study Pengkhotbah di semester ini sangkiers? Kalian banyakan datang atau malah banyakan bolongnya? Haha.. tapi tenang.. Bible Study kitab Pegkhotbah ini masih akan terus berlanjut di semester depan.

PeJe kita hari ini mengangkat tema yang menarik mengenai Hikmat. Apa sih sebenernya Hikmat itu? Dalam Alkitab hikmat diartikan sebagai: pengertian, pengetahuan dan kebijaksanaan. Orang berhikmat memahami segala perkara dengan baik. Ada dua macam hikmat, yakni Hikmat Allah dan Hikmat Manusia. Pastinya yang terbaik adalah Hikmat Allah. Tapi sayangnya, walaupun uda tau Hikmat Allah yang terbaik kita tetap aja bandel dan lebih suka menggunakan Hikmat Manusia. Dalam setiap hal yang kita lakukan, seringkali kita hanya bergantung pada pengertian dan kekuatan kita sendiri. Selalu yang menjadi ukuran kita adalah kepuasan diri kita. Kita akan melakukan sesuatu kalau itu menguntungkan dan memberikan manfaat kepada kita. Kita terlalu tinggi hati untuk sekedar bertanya pada Tuhan, “Tuhan, apakah yang aku lakukan ini sudah sesuai kehendakMu?”

Pada PeJe kali ini kita diingatkan untuk tidak tinggi hati dan selalu menganggap apa yang kita lakukan sudah benar. Hendaknya, di setiap hal yang dilakukan kita mencari tahu kehendakNya. Kita juga diingatkan untuk ga bersandar pada pengertian dan kekuatan kita sendiri. Walaupun yang kita lakukan sudah terasa benar, tapi hendaklah kita tetap mencari tahu kehendak Tuhan. Bagaimana caranya? Dengan terus menjaga hubungan pribadi kita dengan Tuhan, saat teduh, doa malam, PA pribadi. Lewat hubungan yang dekat dengan Tuhan, kita akan semakin mengerti apa kehendak Tuhan yang sesungguhnya dalam hidup kita.

Mungkin ada dari kita yang pernah mengalami kegagalan atau hal yang buruk, padahal kita sudah merasa mempunyai hpdT yang baik, ga lupa untuk mendoakan hal yang kita lakukan, dan setiap hal yang dilakukan juga sudah seturut dengan kehendakNya tapi mengapa tetap saja harus merasakan kegagalan dan hal yang buruk? Ingatlah selalu kalau Tuhan mengizinkan kegagalan dan hal yang buruk itu menimpa kita, Ia ingin membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih kuat lagi. Ia ingin kita lebih berserah penuh dan hanya berpengharapan kepada Dia saja. Dan satu hal yang harus kita ingat, Tuhan sudah menyiapkan sesuatu yang sangat indah di depan sana. Yang kita butuhkan hanyalah kesabaran dan juga kesetiaan dalam menantikan hal tersebut.

Ketika kegagalan menimpa, ketika banyak kekecewaan yang kita rasakan, tetaplah berpegang teguh pada ayat ini Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28).

God balances our lives by giving us enough blessings to keep us happy and enough burdens to keep us humble.

No comments:

Post a Comment