Can freely express everything .. Happiness, Disappointment, even "galau" was allowed .. hahaha .. coz through writing, can reveal all the thing more honest .. :)
Translate
Saturday, August 20, 2011
Samuel Sebastian Wesley
Setelah 2 minggu lalu kita dikenalkan pada Charles Wesley, kali ini kita juga akan kembali dikenalkan dengan salah satu keluarga Wesley yakni Samuel Sebastian Wesley. Samuel Sebastian Wesley lahir di London, 14 Agustus 1810 dan meninggal 19 April 1876, merupakan cucu dari Charles Wesley. Ia adalah seorang organis dan komposer musik gereja Inggris terbesar pada zamannya.
Samuel Sebastian Wesley mengawali kariernya dengan menjadi anggota paduan suara di Royal Chapel pada usia 10 tahun dan pada usia 16 tahun, ia menjadi organis di tiga gereja di London. Pada tahun 1832, ia ditunjuk menjadi organis di Kathedral Hereford dan pindah ke Kathedral Exeter tiga tahun kemudian. Pada tahun 1839 ia menerima kedua gelar Bachelor of Music dan gelar Doktor musik dari Oxford. Ia menjadi profesor organ di Royal Academy of Music pada tahun 1850. Wesley mulai menulis musik religius ketika ia berusia 16. Secara keseluruhan, ia menulis 38 lagu kebangsaan dan banyak himne.
Seperti yang telah dikatakan pada renungan di depan, lagu pujian yang dibawakan setelah khotbah yakni KJ 252 Batu Penjuru G’reja (The Church’s One Foundation) merupakan ciptaan dari Samuel Sebastian Wesley yang diciptakan pada tahun 1864 dan syairnya diciptakan oleh Samuel John Stone pada 1866.
Batu Penjuru G’reja dan Dasar yang esa
Yaitu Yesus Kristus, Pendiri umatNya
Dengan kurban darahNya Gereja ditebus
Baptisan dan firmanNya membuatnya kudus
The Church's one foundation is Jesus Christ her Lord
she is his new creation, by water and the word
from heaven he came and sought her to be his holy bride
with his own blood he bought her, and for her life he died.
Sumber: (http://www.cyberhymnal.org/bio/w/e/s/wesley_ss.htm)
Warta Jemaat GKI Sunter Mas 21 Agustus 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment